Pada
tulisan berjudul “Merancang
Pembelajaran Yang Mencerdaskan“, saya sudah memasukkan dua jenis kecerdasan
ganda milik Howard Gardner, yaitu kecerdasan visual-spasial dan kecerdasan
kinestetik-jasmani. Berikut adalah jenis kecerdasan lain yang termasuk di dalam
multiple intelligences
sebagaimana ditulis Howard Gardner.
Musik.
Menunjukkan kepekaan terhadap irama
dan suara. Mereka mencintai musik, tapi mereka juga sensitif terhadap suara di
lingkungan mereka. Mereka dapat belajar lebih baik dengan musik di latar
belakang. Mereka dapat diajarkan dengan memutar pelajaran ke dalam lirik,
berbicara berirama, penyadapan keluar waktu. Alat termasuk alat musik, musik,
radio, stereo, CD-ROM, multimedia.
Interpersonal.
Pemahaman, berinteraksi dengan orang
lain. Siswa-siswa belajar melalui interaksi. Mereka memiliki banyak teman,
empati terhadap orang lain, jalan cerdas. Mereka dapat diajarkan melalui
kegiatan kelompok, seminar, dialog. Alat meliputi telepon, audio conferencing,
waktu dan perhatian dari instruktur, konferensi video, menulis, konferensi
komputer, e-mail.
Intrapersonal.
Pemahaman seseorang kepentingan sendiri,
gol. Ini peserta didik cenderung menghindar dari orang lain. Mereka selaras
dengan perasaan batin mereka, mereka memiliki kebijaksanaan, intuisi dan
motivasi, serta kemauan yang percaya diri, kuat dan pendapat. Mereka dapat
diajarkan melalui studi independen dan introspeksi. Alat termasuk buku, bahan
kreatif, buku harian, privasi dan waktu. Mereka adalah yang paling independen
dari peserta didik.
Linguistik.
Menggunakan kata-kata secara efektif.
Ini peserta didik telah sangat berkembang keterampilan pendengaran dan sering
berpikir dalam kata-kata. Mereka suka membaca, bermain permainan kata-kata,
membuat puisi atau cerita. Mereka dapat diajarkan dengan mendorong mereka untuk
mengatakan dan melihat kata-kata, membaca buku bersama-sama. Alat termasuk komputer,
game, multimedia, buku, tape recorder, dan kuliah.
Logis-Matematis.
Penalaran, menghitung. Pikirkan
secara konseptual, abstrak dan mampu untuk melihat dan menjelajahi pola dan
hubungan. Mereka suka bereksperimen, memecahkan teka-teki, mengajukan pertanyaan
kosmik. Mereka dapat diajarkan melalui logika, penyelidikan game, misteri.
Mereka perlu belajar dan membentuk konsep sebelum mereka dapat menangani
rincian.
Naturalis.
Memelihara dan menghubungkan
informasi kepada alam sekitar. Contohnya termasuk bentuk-bentuk alam seperti
mengelompokkan spesies hewan dan tumbuhan dan batuan dan jenis gunung, dan
pengetahuan alam diterapkan dalam pertanian, pertambangan, dan lain-lain
Eksistensial.
Kemampuan untuk merenungkan fenomena atau
pertanyaan di luar data indrawi, seperti tak terbatas dan sangat kecil.
Hipotesis dalam kecerdasan eksistensial telah lebih dieksplorasi oleh para
peneliti pendidikan.
Implikasinya dalam Pembelajaran
Implikasinya dalam Pembelajaran
Pembelajaran
yang mencerdaskan berarti pembelajaran yang mengoptimalkan pengembangan
kecerdasan siswa, pembelajaran yang benar-benar menjadikan siswa semakin cerdas
sesuai kapasitasnya.
Untuk
dapat membantu anak-anak berkembang sesuai kecerdasannya, guru perlu merancang
pembelajaran yang bervariasi. Tujuan-tujuan pembelajaran yang berasal dari
sebuah kompetensi dasar (KD) dapat dicapai melalui metode atau model
pembelajaran yang beragam. Fragmentasi dalam pembelajaran adalah kata kuncinya.
Misalnya dalam mencapai satu tujuan pembelajaran, guru tidak cukup hanya
menggunakan satu metode, melainkan menggabungkan beberapa metode atau model
pembelajaran. Begitu pula dengan teknik penilaiannya.
Catatan: Howard Gardner adalah seorang
profesor bidang kognisi dan pendidikan pada Harvard Graduate School of
Education, Cambridge, Massachussetts, yang memperkenalkan teori kecerdasan
ganda (Multiple Intelligences).
Posting Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar