by Admin
KKG Cemerlang Gusek 7 Bojongjuruh
Bagaimana Mengajar Siswa Kelas
I SD ?
Untuk
rekan guru yang mengajar di kelas I SD, apakah ilustrasi di bawah ini juga
terjadi di kelas Anda:
Bu Guru
sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas. Ada anak yang menangis karena
diganggu teman di sebelahnya. Guru mendekati anak yang menangis memintanya
untuk diam, sekaligus mengingatkan anak yang mengganggu agar tidak mengulangi
perbuatannya.
Anak-anak
lain (yang merasa tidak diperhatikan guru) mulai berjalan-jalan meninggalkan
tempat duduknya, ada juga yang mengganggu teman-temannya. Guru meminta anak
yang berjalan-jalan agar kembali duduk di tempatnya semula.
Tetapi,
suasana kelas menjadi semakin ribut karena anak-anak yang lebih besar justru
mulai bertengkar dengan anak-anak lain. Kalau situasi di kelas Anda seperti
yang digambarkan di atas, apa yang Anda lakukan?
Butuh Kesabaran Tingkat Tinggi
Bagi
sebagian besar guru SD, mengajar kelas I merupakan tugas yang amat berat.
Pasalnya, tugas ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dalam pelaksanannya
agar berhasil.
Jika
mengajar di kelas tinggi guru dapat berkonsentrasi ke arah pencapaian tujuan
pembelajaran secara cepat, di kelas I para guru harus lebih bersabar.
Pembelajaran yang berkualitas penting, namun pendidikan bagi siswa kelas I SD
jauh lebih penting.
Ya, siswa
kelas I SD memang masih sangat terpengaruh dengan situasi rumah, dengan penuh
kemanjaan, dan sangat riskan apabila guru melakukan kesalahan (baik ucapan
maupun tindakan). Bukan karena kesalahan guru akan mendapatkan protes dari
siswa (mana berani siswa kelas I SD protes kepada gurunya?) melainkan kesalahan
ini akan dibawa dan berpengaruh pada kehidupan siswa hingga dewasa.
Misalnya
dalam proses pembelajaran. Siswa kelas I yang rata-rata masih polos akan
mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran apabila guru menerapkan model
pembelajaran yang membutuhkan keseriusan. Di sisi lain, guru juga akan
mengalami kesulitan mencapai tujuan pembelajaran apabila hanya mengikuti
kemauan siswa yang nota bene masih suka bermain dan tidak bisa duduk tenang di
tempat duduknya. Akibatnya, proses pembelajaran cenderung gagal dalam artian
guru tidak bisa memenuhi kebutuhan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Bagaimana
cara mengatasinya? Upaya yang harus dilakukan guru adalah mengemas keseriusan
belajar dalam permainan sehingga tidak terkesan serius oleh siswa. Ya,
guru perlu kreatif dalam memanipulasi kegiatan pembelajaran agar tampak oleh
siswa sebagai sebuah “permainan besar” yang menarik untuk diikuti.
Ini bukan
persoalan mudah. Guru perlu banyak belajar dari siswa. Apa yang membuat siswa
gembira, bagaimana dominasi indera belajar mereka, tema apa yang
cocok untuk menyajikan materi pelajaran tertentu, siapa yang bisa menjadi
pemimpin kelompok, siapa yang sudah berani mengekspresikan diri dan siapa pula
yang masih takut-takut?
Semua
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas diinventarisasi, dianalisis, untuk
kemudian dijadikan acuan dalam penyusunan rencana pembelajaran.
Penanaman Disiplin Siswa Kelas I SD
Kaitannya
dengan penanaman disiplin, guru harus pula memastikan bahwa disiplin itu bukan
sesuatu yang membosankan atau menakutkan. Disiplin adalah kebutuhan. Sebab itu
penanamannya harus benar-benar sesuai dengan dunia anak.
Atau ubah
strategi pembelajaran yang memungkinkan anak-anak bisa berdiri atau
berjalan-jalan ketika proses pembelajaran.
Sanksi diberikan kepada yang melanggar, namun
pemberian sanksi harus menjadikan siswa menyadari bahwa apa yang dilakukan
harus bermanfaat bagi dirinya dan bagi teman lain.
Misalnya siswa tidak bisa duduk tenang ketika
pelajaran di kelas (ini biasa terjadi), dalam hal ini guru perlu berhenti
sejenak, menunggu siswa duduk kembali. Sampaikan kepada anak-anak bahwa bapak
atau ibu guru senang jika anak-anak duduk dengan rapi ketika proses
pembelajaran berlangsung.
Posting Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar